Rab. Okt 23rd, 2019

Uji Kelayakan PDAM Tirta Bhagasasi Dinilai Formalitas

KabarHaBe.com – Seleksi pengisian jabatan pimpinan secara terbuka di lingkungan PDAM Tirta Bhagasasi tahun 2019 melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon pemangku jabatan berdasarkan SK Direksi No 103/kep/PDAM-TB/kep/VIII/2019 dinilai hanya formalitas dan diduga terjadi nepotisme

Menurut informasi, jumlah peserta yang mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebanyak 69 orang terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berjumlah 35 peserta dan gelombang kedua 34 peserta.

Namun dari hasil pengumuman yang dilakukan konsultan PT Kafila Pelita Sukses No 322/PT-KPS/PGR/X/2019, perihal laporan hasil tahap 1 uji kelayakan dan kepatutan calon pemangku jabatan Kasubag, Kasie, KCP PDAM Tirta Bhagasasi dan dari hasil pengumuman yang lolos sebanyak 30 peserta. Namum nomor urut peserta yang lolos hingga nomor urut 77, ini terlihat ada keganjilan karena dari jumlah peserta yang ikut hanya 69 peserta.

Ditambah lagi menurut informasi yang diterima KabarHaBe.com dari 30 peserta yang lolos, ada sekitar sembilan peserta dari keluarga pegawai dan bahkan ada suami istri yang lolos. Hal ini, terkesan pelaksanaan uji kompetensi hanya formalitas, karena kepentingan nepotismenya cukup kental.

“Di lain pihak, keberadaan PDAM Tirta Bhagasasi saat ini banyak dikeluhkan pegawai PDAM Tirta Bhagasasi itu sendiri, karena harapan akan cairnya gaji 13. Namun sampai saat ini hanya sebatas janji direksi, karena pada kenyataannya hingga Oktober gaji 13 belum juga dicairkan,” sesal salah satu pegawai yang namanya enggan disebutkan.

Menurut sepengatahuannya, pihak PDAM saat ini sudah tidak memiliki anggaran, habis untuk menutupi utang pada pihak swasta.
“Per bulannya aja DAM harus mengeluarkan dana sekitar Rp 10 – 15 miliar untuk membayar hutangnya ke pihak PT Moya, Gerenek Babelan serta PDAM Patriot,” paparnya. (ewd)

177 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *