Ming. Okt 20th, 2019

Terungkap, Rahasia Sukses Durian Umar Jatiasih

Bekasi, KabarHaBe.com – Kata orang ‘Belum ke Jatiasih kalau tidak mampir ke Umar Durian’ Ungkapan itu muncul karena merek warung durian milik Umar yang sudah terkenal sekarang.

Pondok durian Umar memang bisa dibilang cukup baru. Meski demikian, namanya baru tenar dalam hitungan bulan belakangan.

Dulu, Umar juga merangkak dari bawah, memulai berjualan durian dari kaki lima. Jangan dilihat kondisi sekarang.

“(Sekarang), banyak yang datang ke sini. Ada pejabat, artis, ya macam-macam,” ujar Umar saat ditemui di pondoknya, Sabtu (23/3/2019).

Sukses jelas tidak datang begitu saja. Laiknya bisnis lain, kata Umar, ada jatuh bangun dalam dia berjualan durian ini.

“Usaha macam ini dulu kalau mau tambah modal dengan pinjam uang dari bank pasti tidak bisa. Mana ada bank yang percaya warung durian bisa besar dan menguntungkan,” ungkap Umar sembari tertawa.

Dari hasil belajar saat muda itulah, Umar tahu kalau durian Sumatera “punya musim” setiap Desember sampai Maret. Nah di bulan lainnya, ia cari durian dari kota lain seperti Pekanbaru, Padang, dan Jambi.

Selain mencermati “musim” durian per lokasi, Umar juga menjaga hubungan baik dengan para petani dan tengkulak durian untuk memastikan pasokan. Saat “musim” durian meleset, mereka yang membantu Umar mencari pasokan.

Rahasia Durian Umar laris manis

Saat ini, warung durian Umar memasok 6.000 buah durian setiap hari. Dari jumlah itu, penjualan dia sebut bagus kalau laku 3.000-an durian per hari.

Resep suksenya, durian yang dirasa pembeli tak enak bisa ditukar. Tidak ada tambahan harga.

“Kalau tidak enak atau tak sesuai selera bilang ya. Bisa ditukar. Sekarang kami tidak lagi bicara beli kucing dalam karung. Makan durian harus sesuai selera,” tegas Umar sambil meladeni pembeli.

Nah bagaimana nasib durian-durian yang terlanjur dibuka tetapi tak sesuai selera pembeli? Rupanya Umar punya cara sendiri.

Durian yang tak sesuai selera pembeli dia pasok ke usaha rumahan pembuat aneka camilan berbahan dasar buah durian.

“Saya jual lagi pada pengusaha es krim, pancake, lempok, dan macam-macam (camilan lain) dengan harga miring,” ungkap Umar.

Dengan begitu, kata Umar, tak ada durian yang terbuang percuma.

Selain itu, nilai lebih dari warung milik Umar adalah buka 24 jam. Tak disangka, itu jadi dayatarik tersendiri.

Kini, per hari Umar bisa menjual minimal 1.000 buah durian. Harga yang ditawarkan variatif, mulai dari Rp 20.000 sampai Rp 80.000, tergantung ukuran dan rasa. (GUN)

97 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *