Kam. Agu 22nd, 2019

Tahukah Generasi Muda Enam Nama Lain Indonesia?

Sebelum bernama Indonesia, ternyata Negara kita pada masa lalu memiliki enam nama lain dengan nilai historis yang telah dikenal dunia. Tahukah Anda keenam nama tersebut? Sejarah ini juga penting untuk diketahui terutama oleh generasi penerus bangsa saat ini, untuk lebih mengenal sejarah Indonesia.
Nama Indonesia sendiri berasal dari berbagai rangkaian sejarah yang puncaknya terjadi di pertengahan abad ke-19. Pertama yang memperkenalkan nama “Indonesia” di seluruh dunia adalah James Richardson Logan pada 1850. Baru kemudian Ki Hajar Dewantara (Suwardi Suryaningrat) menjadi sarjana Indonesia pertama yang memperkenalkan nama Indonesia dalam ranah politik.
Sejarah juga mencatat, pada masa lalu bangsa Indonesia telah memiliki nama lain dengan nilai historis yang telah dikenal dunia.

  1. Hindia
    Jauh sebelum dikenal dengan nama Republik Indonesia, Hindia digunakan masyarakat internasional untuk menyebut tanah Indonesia. Nama Hindia diciptakan oleh Herodotus, ahli ilmu sejarah asal Yunani.
    Nama Hindia ini menjadi terkenal sesudah bangsa Portugis di bawah pimpinan Vascvo da Gama menyusur sungai Indus tahun 1498 Masehi.
  2. Nederlandsch Oost-Indie
    Karena Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun lamanya, maka orang-orang Belanda memberikan nama Indonesia dengan Nama Nederlandsch Indie. Bangsa Belanda untuk pertama kalinya datang ke Indonesia dalam tahun 1596 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman.
    Pada zaman penjajahan Belanda ini, bahkan hampir seluruh orang Eropa dulu menyebut Indonesia sebagai Nederlandsch Oost-Indie
  3. Insulinde
    Sejarah pemberian nama ini cukup menarik. Nama ini diberikan oleh Eduard Douwes Dekker (multatuli) di dalam bukunya Max Havelaar dalam tahun 1860. Kemudian nama ini dipopulerkan oleh Professor P.J. Veth. Multatuli.
    Alasan nama Insulinde, karena karena Eduard merasa jijik mendengar nama Nederlandsch Indie yang diberikan oleh Belanda itu. Adapun asal usul perkataan tersebut ialah berasal dari perkataan ‘Insulair’, ‘Insula’ dan ‘Indus’. Insula dalam bahasa latin yang berarti pulau. Indus berarti Hindia, sedangkan Insilinde artinya pulau Hindia.
  4. The Malay Archipelago
    The Malay Archipelago dipopulerkan Alfred Russel Wallace, julukan itu diberikan usai dia berkunjung ke tanah air di tahun 1854 hingga 1682.
    Malay Archipelago juga termasuk Malaysia, Singapura, kepulauan Indonesia Arti dari ‘Malay’ adalah Melayu, ‘Archipel’ yang berasal dari bahasa Yunani ‘Archipelagus’ (dari asal Archi = memerintah, plagus = laut). Dengan demikian berarti menguasai laut atau berarti kumpulan pulau-pulau Melayu.
     5. Nusantara
    Dari nama-nama di atas, mungkin nama Nusantara yang paling populer. Nusantara tercatat dalam literatur berbahasa Jawa Pertengahan (abad ke-12 hingga ke-16) untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut Majapahit.
    Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sansakerta, yaitu nusa yang berarti ‘pulau’ dan antara yang berarti ‘luar’. Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa).
    Setelah sempat terlupakan, pada awal abad ke-20 istilah ini dihidupkan kembali oleh Ki Hajar Dewantara sebagai salah satu nama alternatif untuk negara merdeka pelanjut Hindia Belanda yang belum terwujud.
  5. Zamrud Khatulistiwa (The Emerald of Equator)
    Indonesia juga dikenal dengan sebutan Zamrud Khatulistiwa karena letak geografis Indonesia yang dilintasi oleh garis khatulistiwa. Jika dilihat dari angkasa, gugusan kepulauan Indonesia nan hijau menyejukan mata seperti batu Zamrud (emerald).
    Hal ini dikemukakan oleh Eduard Douwes Dekker (Multatuli), seorang penulis Belanda abad ke-19, untuk menggambarkan keindahan alam negara dalam salah satu suratnya. (lip6/alf)
38 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *