Ming. Okt 20th, 2019

Suasana Haru Warnai Perpisahan SMAN 7 Tamsel

KabarHaBe.com – Suasana haru dan gembira mewarnai perpisahan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Tambun Selatan di STTD Cibitung.

Sebanyak 437  murid kelas XII secara resmi dilepas pihak sekolah yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Mustakim dan Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Para peserta disajikan penampilan tari tradisional.

Kepala SMA Negeri 7 Tambun Selatan Dedi Soeryadi berharap semua peserta didik dapat lulus 100 persen seperti tahun-tahun sebelumnya

“Kelulusan ini belum ada pengumuman yang notabene kelulusan itu ditentukan negara mudah-mudahan harapan saya  SMAN 7 Tamsel lulus semua tidak ada sedikit pun tidak lulus atau tertinggal,” katanya kepada awak media, Sabtu (20/04/2019)

Ia meminta kepada seluruh peserta didik yang kelak melanjutkan dunia kerja ataupun ke perguruan tinggi untuk menjaga baik nama almamater.

“Yang penting jaga nama baik sekolah dan kerja yang baik,” ujarnya.

Kasi Pelayanan KCD  3 Pada Dinas Pendidikan Jawa Barat M Nurdin mengatakan semua murid yang dilepas merupakan calon-calon pemimpin bangsa.

“Paling penting bukan seremonial, tetapi maknanya,” ujarnya.

Sebagai SMA yang masuk kategori akreditasi A, ia memastikan lulusan sekolah akan diuntungkan untuk menentukan arah tujuan ke depan. 

“Tingkat kepercayaan perguruan tinggi terhadap sekolah lebih tinggi begitu juga sekolah memegang predikat akreditas A, kepercayaan pihak perusahaan akan meningkat,” katanya.

Ia mengingatkan kepada semua peserta didik yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya agar terus meningkatkan keterampilan.

“Baik yang masuk dunia kerja usaha ataupun perguruan tinggi, ada hal yang perlu kita ingat yaitu menyangkut masalah skill,” katanya.

Berdasarkan data pada 2017 menunjukkan kepercayaan pelaku industri kepada peserta didik lulusan SMA.

“Daya serap industri terhadap lulusan SMA cukup tinggi,” katanya.

Mustakim mengingatkan kepada seluruh lulusan jika ingin masuk dunia kerja harus dapat maksimal.

“Dunia kerja mental harus kuat. Bekerja harus maksimal. Saya bersama-sama rekan-rekan DPRD Kabupaten Bekasi mengupayakan agar ada perda minimal perusahaan menyerap 30 persen pekerja ber ktp Bekasi,” kata Mustakim.(mf/hsr)

65 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *