Rab. Okt 23rd, 2019

Setelah Dua Tahun Belajar Sambil “Ngedeprok” Murid SDN Pekayon 3 Kini Nyaman Belajar

Kota Bekasi — Setelah mendapat informasi dari media sosial tentang murid SD Negeri Pekayon 3 sudah dua tahun belajar sambil “ngedeprok” (duduk dii lantai) dan membawa meja sendiri, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi langsung meninjau ke sekolah tersebut.

“Dari hasil merger beberapa SDN Negeri, memang sudah ada pengadaan dari 2018, terima kasih dengan berita dari media sosial, jadi terpantau langsung dan telah dikonfirmasi, bahwa keberadaan sarana prasarana yang tadi dibilang dari media sosial selama dua tahun tidak ada bangku sekolah, kini dikonfirmasi hanya menunggu hasil merger dari beberapa sekolah dan saat ini telah ada di tiap kelasnya, sehingga murid dalam proses belajar sudah bisa kembali beraktivitas dengan sarana yang layak,” ucap Wali Kota dalam sebuah video unggahannya

Dikatakan Pepen, panggilan akrab Wali Kota, sebenarnya Pemkot Bekasi menyediakan anggaran setiap tahun. Tapi anggaran tahun kemarin difokuskan untuk pembangunan gedung sekolah baru dan rehab.

Pepen menuturkan, kekosongan meubelair disebabkan karena terlewat dalam anggaran tahun sebelumnya. Pada kenyataannya, Meubelair tersebut sudah dikirimkan minggu malam. Hanya dua hari setelah Pemkot Bekasi menerima aduan masyarakat.

Pascaperistiwa tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Innayatullah, mengaku akan mengecek lagi semua fasilitas pendidikan yang ada di Kota Bekasi. Tahun ini katanya, Pemkot Bekasi telah menyediakan dana sekitar Rp 11 miliar.

“Tahun ini ada anggaran sekitar Rp 11 miliar, Rp 6 miliar untuk SD dan sisanya untuk SMP, khusus pengadaan meubelair,” kata dia.

Ia mengaku, pertumbuhan penduduk di Kota Bekasi cukup tinggi. Oleh karenanya ia akan fokus untuk menyediakan fasilitas pendidikan untuk mengimbangi pertumbuhan tersebut. (Alfiyan)

39 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *