Ming. Okt 20th, 2019

Sengketa Tanah Fasos Fasum Mahasiswa STT Mikar Gellar Aksi Demo

KabarHaBe.com – Mahasiswa STT Mikar menggelar demo di depan kantor Pengadilan Negeri Cikarang. Mereka menuntut tanah yang sudah dibeli pihak Yayasan STT Mikar berlokasi di Perumahan Bulak kapal Permai Desa Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan yang ternyata tanah fasos fasum.

Namun, banyak yang menyayangkan aksi demo mahasiswa tersebut. Warga saat berada di lingkungan Pemda melihat aksi mahasiswa diduga atas perintah pemilik Yayasan untuk kepentingan peribadi yang mengaku pemilik tanah yang sudah dibelinya.

Ujo (35) warga Cibarusah saat berada di Pemkab, Rabu (20/3) menilai aksi yang dilakukan mahasiswa, bukan aksi demo menuntut kebijakan pemerintah pada umumnya, namun menuntut atas kepemilikan lahan yang sudah dibeli pihak Yayasan dimana mahasiswa itu belajar.

Ditambah lagi pengakuan warga Perumahan Bulak Kapal Permai yang ikut memberikan dukungan atas perkara sengketa tanah tersebut yang dijadwalkan proses digelarnya sidang pertama atas terdakwa Toto selaku tim investigasi yang juga Ketua RW di wilayah tersebut untuk bisa ditangguhkan penahanannya

“Kami sangat perihatin hukum yang diterapkan pihak Kejaksaan dengan menahan RW atas tuduhan menyewakan tanah tanpa izin pemilik sertifikat dan tuduhan penipuan,” ujar Rizal

Sementara Tandri Laksana kuasa hukum warga Perumahan Bulak Kapal Permai meminta kepada Jaksa Penuntut Umum untuk menangguhkan penahanan Toto Ketua RW perumahan tersebut.

Pihaknya akan membuktikan data yang dimiliki warga berupa siteplant serta data lain yang diterbitkan pengembang, bahwa tanah tersebut adalah benar peruntukannya fasos fasum sejak 1988. Pihaknya pun juga membuktikan dasar terbitkannya sertifikat atas nama Bun Erwan Herawadi yang diragukan keabsahannya.

Masih menurut Tandri, tanah fasos fasum tersebut berdasarkan penelusuran warga yang membentuk tim investigasi terkait terbitnyaHGB pada 2010 menemukan fakta hukum dasar terbitnya HGB 2010 tersebut tidak benar, sehingga warga melalui ketua tim investigasi yang juga Ketua RW Toto melaporkan pada Polda Metro Jaya dan perkembangan terakhir, Polda Metro Jaya sudah melakukan gelar perkara.

“Selain itu Bun Erwan Herawadi juga dalam keterangannya tidak pernah membeli tanah fasos fasum ditambah dari pihak Camat selaku PPAT tidak pernah menerbitkan PPAT tersebut,” tegasnya.

Anehnya katanya, pada saat pemilik sertifikat melakukan laporan balik terhadap Toto selaku tim investigasi atas tuduhan memungut uang atas tanahnya berdasarkan sertifikat yang dimilikinya dan tuduhan penipuan langsung dilakukan gelar perkara dan dilakukan penahanan oleh pihak Kejaksaan Negeri Cikarang. (ewd)

246 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *