Ming. Okt 20th, 2019

PKPMUD: Tindakan Premanisme Bentuk Perusak Demokrasi

KabarHaBe.com – Pusat Kajian Peduli Masyarakat Untuk Demokrasi (PKPMUD) mengecam tindakan premanisme dan pemukulan terhadap warga yg sedang menyaksikan pleno rekapitulasi penghitungan suara di Kecamatan Pebayuran.

Menurut Achank HB peristiwa tersebuat terjadi pada Selasa 30 April 2019 telah terjadi kekerasan fisik dan verbal terhadap warga pebayuran. Pemukulan tersebut diduga dilakukan salah satu oknum caleg (incumbent) nomor urut 2 dapil 5 Kabupaten bekasi. Saat ini, kasus tersebut sudah dilaporkan dan diproses Polres Bekasi.

Warga yang menjadi korban pemukulan tengah menyaksikan pleno rekapitulasi penghitungan suara di Kecamatan Pebayuran.

“Kejadian bermula saat pleno sudah selesai korban bersama warga lainnya sedang berada di depan kantor Kecamatan Pebayuran. Diduga pelakunya adalah caleg incumbent, pelaku memukul dan mengintimidasi mereka,” kata Achank.

Masih menurut Achank pihaknya mengutuk keras atas tindakan premanisme dengan cara seperti ini karena bentuk perusak demokrasi. Pihaknya meminta ke pihak kepolisian segera menindaklanjuti. Sekarang sudah diproses dan meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan pemanggilan kepada peluka pramanisme untuk diperiksa.

Sementara Kepala Kepolisian Sektor Daerah Kecamatan Pebayuran, AKP Asep menjelaskan, kejadian itu saat PPK merekap suara pada tingkat DPRD Kabupaten Bekasi, namun dari salah satu pihak pendukung caleg dari partai Gerindra menilai tidak sesuai dengan hasil internalnya.

“Seakan-akan tidak puas dengan hasil yang didapatnya, menurut salah satu saksi caleg ada selisih jumlah suara,” jelasnya

Terkesan tidak terima, kata Asep pendukung turun dari mobil dengan membawa rekan-rekannya sampai terjadi keributan. Setelah kejadian dirinya mengarahkan agar tidak melebar kemana-mana.

“Secara penghitungan kan ada PPK dan Bawaslu biarkan proses hukum yang berlaku jangan main hakim sendiri apa lagi satu partai, masalah menang dan kalah kan hal yang biasa,” ungkapnya.

Asep menyarankan, jika ditemukan ada kecurangan laporakan ke Bawaslu jangan adu fisik.

Diketahui kericuhan tersebut berawal dari salah satu pendukung Caleg dari partai Gerindra nomor urut 2 Haryanto.(ewd).

250 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *