Rab. Okt 23rd, 2019

Pengusaha Salahi Aturan, Kades Ada Indikasi Takut

Bekasi, KabarHaBe.com – Atas aduan warga Desa Sukamulya tentang keberadaan Pabrik Batako dan dirubahnya aliran air tanpa melihat dampak banjirnya yang dilakukan sejumlah perumahan, Kepala Desa (Kades) Sukamulya, Wardi acuh dan dirinya memilih berdalih, selagi permasalahan tersebut tidak ada gejolak dalam masyarakat, pihaknya tidak akan menutup pabrik batako dan tidak akan memberikan solusi (teguran) pada perumahan yang diduga gagal kontruksi itu.

“Pabrik orang usaha masa kita main tutup-tutup saja bang. Orang usaha biarin aja,” kata Wardi Senin (26/2/2019) kepada wartawan.

Disinggung mengenai teritorial Desa Sukamulya bukanlah wilayah untuk pabrikasi dan ironisnya didirikan di tanah negara, Wardi berkilah dirinya tak akan menegur karena dibangunnya pabrik tersebut bukan di eranya.

“Itu kan era lurah sebelumnya, saya tidak tahu menahu soal pabrik tersebut. Selagi tidak ada komplain dari masyarakat, saya sih enjoy-enjoy aja bang,” cetus dia.

Dalam persoalan banjir, karena didirikannya beberapa perumahan yang telah merubah aliran sungai, serta diduga tidak ada solusi atas banjir baik di lingkungan perumahan ataupun di lingkungan warga pribumi. Wardi menyerahkan persoalan itu ke anak buahnya. Pasalnya, kata dia, perumahan tersebut menjadi urusan anak buahnya.

“Kalau persoalan banjir di perumahan dan berimbas air masuk ke pemukiman warga, saya serahkan masalah itu ke Mandor Parman, karena dari nol dia yang urus segala sesuatunya,” imbuh dia juga. (rio)

84 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *