Ming. Okt 20th, 2019

Pemuda Karya Minta Direksi BBWM-PDAM Tirta Bahagasasi Dipecat

Kabuaten Bekasi – Pemuda Bekasi Raya (Pemuda Karya) menggelar aksi unjuk rasa membentangkan spanduk sepanjang 10 meter bertuliskan
“Pecat Seluruh DireksiI PT BBWM & PDAM Tirta Bhagasasi” begitu bunyi spanduk sepanjang 10 meter milik Pemuda Bekasi Raya (Pemuda Karya) membentang di depan pintu masuk Plaza Pemkab Bekasi, mewarnai pelantikan Anggota DPRD periode 2019-2024, Kamis (5/9/2019), dalam gelaran aksinya.

Di dalam keterangan selembaran agitasi yang dibagikan Pemuda Karya merasa digoro-goroin (dibohong-bohongi) jajaran Direksi 2 BUMD selama bertahun-tahun ini, dan merasa kecewa tidak ada ketegasan dari Bupati Bekasi selaku owner kedua BUMD dan 50 Anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2014-2019.

Hal ini dikatakan bukan tanpa sebab, pasalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD ) dari kedua BUMD ini terus merosot dari tahun ke tahun sampai ke titik nadir. Pendapatan Asli Daerah (PAD) PT. BBWM pada tahun 2012 sebesar Rp 70 miliar lebih dan 2018 PADnya hanya Rp 2,5 miliar. Sedangkan PDAM Tirta Bhagasasi memberikan PAD kepada Pemkab Bekasi pada 2016 sebesar Rp 13 miliar tetapi pada 2018 anjlok menjadi Rp 4 miliar.

“Sebagai masyarakat Kabupaten Bekasi, selama ini kita digoro-goroin (dibohong-bohongi) oleh seluruh Direksi PT BBWM dan PDAM Tirta Bhagasasi. Sampai 2018 beban direksi lebih besar ketimbang pendapatan buat daerah,” kata Samsul Bahri dalam rillis yang diberikan kepada media

Padahal katanya, kekayaan alam yang terkandung di tanah Bekasi ini tidak kurang dari 233 juta barel minyak dan jutaan kubik gas alam yang dikelola PT Pertamina sebagai BUMN dengan bekerjasama PT BBWM sebagai BUMD.

Sedangkan PDAM Tirta Bhagasasi setiap tahun disusui APBD dalam bentuk penyertaan modal setiap tahunnya hingga puluhan milliar bahkan 2019 ini sampai ratusan milliar. PDAM Tirta Bhagasasi mengedepankan pelayanan ketimbang pendapatan. Pelayanan yang buruk seperti air keruh, keluar kecil dan bahkan sempat berhenti beberapa hari adalah raport merah untuk perusahaan berplat merah ini.

“Oleh Pertamina dan BBWM Jutaan barel minyak bumi dan jutaan kubik gas alam dieksploitasi tetapi PADnya cuma Rp 2,5 miliar, sedangkan PDAM kita kan punya pelanggan 200.000 semua kategori dengan harga air Rp 1.500 – Rp 9.000 permeter kubik, masa PADnya cuma Rp 4 miliar. Beban Direksi BBWM dan PDAM lebih besar ketimbang PAD. Parah kan!” ketusnya

Pemuda Karya mendesak agar Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dan 50 Anggota DPRD Kab. Bekasi yang baru saja dilantik agar memecat seluruh jajaran direksi kedua BUMD tersebut.

“Bupati Bekasi dan Dewan Baru semoga amanah dalam menjalankan Amanat Rakyat, dan kami mendesak agar Direksi PT BBWM dan PDAM Tirta Bhagasasi seluruhnya dipecat karena Gagal Total dalam mengelola Perusahaan Plat merah tersebut,” tegasnya. (Sofie/Alfiyan)


116 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *