Sab. Okt 19th, 2019

PEMERINTAHAN KABUPATEN BEKASI TETAP BERJALAN

Khoirul Anwar Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Bekasi Utara Bersatu

Bekasi Kabarhabe.com – Proses pencalonan Wakil Bupati Kabupaten Bekasi hingga kini semakin memanas. Komunikasi politik pun sudah mulai dilakukan dari masing-masing kandidat, baik komunikasi politik terhadap partai politik pengusung hingga pendukung baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah dalam hal ini Kabupaten Bekasi dimana proses demi proses dilakukan melalui panitia. Hal itu Menurut Khoirul Anwar Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Bekasi Utara Bersatu.

Proses pendaftaran dilakukan panitia dengan waktu yang cukup panjang juga mempengaruhi memanasnya komunikasi politik, karena para calon Wakil dengan teamnya sibuk melakukan loby-loby politik. Sementara kondisi Kabupaten Bekasi saat ini sangat memprihatinkan. Bekasi bukan daerah yang bisa dipermainkan oleh kepentingan-kepentingan para Partai politik baik Pusat maupun daerah,ungkapnya

Khoirul Anwar mengingatkan memasuki triwulan ke tiga, Pemda Kabupaten Bekasi kondisi penyerapan anggaran baru mencapai 12,5 persen. Begitu juga dengan Dewan Kabupaten Bekasi harus fokus pada akhir masa jabatan mereka yang sebentar lagi sudah tidak lagi menjadi anggota dewan, khususnya yang tidak terpilih lagi yang seharusnya para anggota di masa akhir jabatannya fokus dengan PR-PR yang belum tuntas jangan berpikir tentang proses pemilihan Wakil Bupati. Sebab, masih banyak hal yang harus dibenahi, pintanya

“Ada atau tidak adanya Wakil Bupati Kabupaten Bekasi regulasi pembangunan tetap berjalan karena sejatinya Wakil tidak punya kebijakan strategis terhadap regulasi pembangunan selagi masih ada Bupati,” ujarnya.

Khoirul Anwar juga menjelaskan, para calon Wakil Bupati seharus membuat konsep tentang regulasi Pemerintahan Kabupaten Bekasi terkait pembangunan daerah dari semua sektor untuk melihat sejauh mana kemampuan berpikir para calon kandidat Wakil Bupati terhadap permasalahan yang ada di Kabupaten Bekasi saat ini untuk bisa berjalan dengan pola pemikiran Bupati yang ada.

“Setelah gelombang besar yang menimpah Kabupaten Bekasi terkait kasus Maikarta, Pemerintahan Kabupaten Bekasi harus lebih baik lagi apalagi sudah menggunakan slogan Bekasi Bersih Bekasi Baru,” terangnya.

Jangan sampai para kandidat Wakil Bupati tidak memahami kondisi saat ini, yang mana begitu banyak PR yang harus diselesaikan terhadap regulasi birokrasi dan pembangunan. Jangan hanya berpikir dan berkeinginan yang kuat untuk menjadi Wakil Bupati, sehingga dengan kekuatan apapun mereka lakukan tanpa harus memahami cultur masyarakat Bekasi. Jadi, lebih baik enggak ada Wakil Bupati karena ada atau tidak adanya Wakil regulasi pemerintahan dan regulasi pembangunan tetap berjalan tinggal dukungan parlemen dan masyarakat bekasi didalam mendukung setiap kebijakan Bupati, terang Khoirul Anwar

Begitu juga dengan Bupati Bekasi bersama seluruh para perangkatnya, kata Khoirul Anwar agar mampuh dan serius membuat Kabupaten Bekasi menjadi lebih baik lagi dengan konsekwensi slogan Bekasi Baru Bekasi Bersih.(ewd)

115 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *