Pembuatan Stiker Foto Bupati Diduga dari Bantuan Kemensos

KabarHaBe.com – Pembuatan stiker foto Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja pada bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Kabupaten Bekasi yang terdampak Covid- 19, diduga berasal dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementrian Sosial. Hal itu jelas tertera tulisan pada stiker foto bupati.

Menurut Gunawan Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Solifaritas Transfaransi Pemerhati Indonesia (Sniper) merasa aneh terhadap Dinas Sosial selaku leading sektor pada bantuan kemanusian tersebut.

‘Pasalnya kalau dinas merasa benar dengan penempelan stiker foto bupati pada kemasan bansos, pihaknya tidak perlu berhenti melakukan penempelan stiker,” ungkapnya.

Menurutnya, sayang stiker yang sudah dicetak sebanyak 152 ribu hanya ditempelkan ke 5.000 paket saja, baik yang berbentuk stiker tempel maupun yang dicetak pada karung kemasan bansos.

“Ini jadi mubazir karena kebijakan yang kurang tepat. Sehingga anggaran yang digunakan jadi sia- sia. Selain itu, diduga Dinsos telah menyalahi aturan. Karena ditempelnya stiker foto bupati seolah bupati mengakui kalau bantuan tersebut berasal dari Pemkab,” jelasnya.

Sangat miris terkait persoalan bansos di Kabupaten Bekasi masih menyeruak di berbagai kalangan dan menimbulkan perdebatan yang tidak kunjung ada penyelesaian, sedangkan penerapan PSBB-nya sudah diperpanajang.

“Sekiranya langkah langkah apa yang akan dilakukan oleh Pemkab Bekasi dalam mencari solusi bagi warga yang terdampak Covid 19 yang sampai sekarang belum mendapatkan bansos,” kata Gunawan.

Gunawan menjelaskan penempelan stiker bupati pada bantuan sosial yang akan diberikan ke masyarakat dinilai kurang pantas dan etikanya tidak tepat. Dimana dalam situasi sekarang ini, masyarakat sangat membutuhkan bantuan secepatnya, ditambah lagi bantuan tersebut berasal dari Kementerian Sosial yakni bantuan BPNT.

Menurutnya, kalau pengen nyohor dan dikenal warganya tidak perlu harus menempelkan stiker foto. Tapi bisa ditunjukkan kepada warganya melalui kebijakan yang benar- benar membela dan mengayomi masyarakat Kabupaten Bekasi.

‘Penempelan stiker foto bupati terkesan seolah bantuan itu dari Bupati, padahal kalau mau bijak dan tulus membantu rakyatnya cukup dengan menempel logo Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, kalau benar bantuan itu berasal dari Pemerintah Kabupaten Bekasi,” jelasnya.

Ditambah lagi, persoalan lambatnya pendistribusian bantuan sosial untuk masyarakat baik yang berasal dari bantuan pusat, bantuan provinsi maupun dari pemda Kabupaten Bekasi yang sampai hari ini belum merata.

“Ditambah lagi ada informasi pos pengambilan bantuan sosial Pemkab Bekasi berada di luar wilayah Kabupaten Bekasi yakni berada di wilayah Kota Bekasi. Kan aneh. Ini akan menambah waktu pendistribusian semakin lambat,” kata Gunawan.

Sementara Topik Kepala Desa Waringin Jaya merasa bingung dengan kebijakan dari Pemkab yang dianggap berubah-ubah, ditambah tidak sesuainya data yang disodorkan dengan pemberian bantuan dari Pemda yang hanya diberikan sebanyak 20 paket bansos. itupun pihaknya belum berani mengambilnya karena ketika bantuan itu dibagikan akan jadi persoalan karena warga yang tidak kebagian dipastikan akan protes.

“Ini yang jadi pertimbangan kenapa bantuan tersebut belum juga diambil dari Kecamatan,” ujarnya.

Di lain pihak Dinas Sosial sendiri melakukan pemberhentian penempelan stiker foto bupati pada kemasan bansos baik yang ditempel di dus maupun stiker yang dicetak dalam kemasan karung. Menurut keterangan Dinsos baru menempelkan stiker tersebut sebanyak 5.000 stiker dari 152 paket bansos.

Justru Dinsos berdasarkan pantauan kabarhabe.com penempelan stiker yang semula ada foto bupati dan di bawahnya ada tulisan Bantuan Pangan Non Tunai, kini diganti dengan stiker berlogo Pemkab berbentuk kertas polos seperti potocopy-an. (ewwy)

47 Views

AsepKabarHaBe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kinerja Tim Gugus Tugas Dinilai Tidak Transfaran

Ming Mei 3 , 2020
KabarHaBe.com – Pembuatan stiker foto Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja pada bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Kabupaten Bekasi yang terdampak Covid- 19, diduga berasal dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementrian Sosial. Hal itu jelas tertera tulisan pada stiker foto bupati. Menurut Gunawan Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Solifaritas Transfaransi […]