Pemberdayaan Perempuan Indonesia Menilai Pentingnya Peran Komunitas

Diskusi ‘Women Empowerment: Pendidikan dan Ketenagakerjaan’ di Kopi Politik, Jalan Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta

Jakarta, KabarHaBe.com – Peran komunitas khusus perempuan dinilai penting dalam pemberdayaan perempuan Indonesia. Komunitas tersebut menjadi sarana komunikasi sekaligus ajang berbagi pengalaman bagi perempuan dari berbagai latar belakang.

Demikian pandangan yang disampaikan oleh Dean of Education at Lingkaran, Ananda Marissya Widya, dalam diskusi ‘Women Empowerment: Pendidikan dan Ketenagakerjaan’ di Kopi Politik, Jalan Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019). Marissya menganggap komunitas itu sebagai support system agar perempuan Indonesia lebih berdaya.

“Support system, memang keberadaan komunitas khusus wanita penting banget. Mungkin ada komunitas ibu-ibu muda. Komunitas ibu-ibu bekerja, profesi A, profesi B. Komunitas sekarang sudah banyak banget. Dan memang itu menjadi adalah satu tool. Yang dicari adalah teman sejawat yang mempunyai pengalaman yang sama,” ujar Marissya.

Marissya kemudian berbagi cerita mengenai pengalamannya selepas lulus kuliah. Dia awalnya masih mempunyai pandangan lama, yakni lulus kuliah harus langsung kerja di perusahaan, kemudian menikah. Namun pandangan itu dinilai Marissya sudah usang.

“Jadi sebenarnya, kalau balik lagi ke masa-masa kuliah dulu, sebenarnya lulus kuliah nggak pernah neko-neko banget. Sudah lulus, pengin kerja multinasional yang sekali sebut orang tahu. Jadi orang nggak perlu repot ngejelasin. Terus nikah, punya anak, berkeluarga. Tadinya mau kaya gitu,” ujarnya.

Perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin massif kemudian membuka cakrawala Marissya bahwa ternyata lulus kuliah tak hanya soal kerja di perusahaan-perusahaan besar. Menurut dia, ada banyak hal yang perlu diperbaiki dari Indonesia jika ingin menjadi negara maju.

“Tapi ternyata, semakin aku mencari ilmu, aku S2, semakin membuka pengalaman bahwa negara-negara maju itu nggak sekadar maju gitu saja. Banyak banyak hal, PR-nya,” ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, founder QM Financial, Ligwina Hananto, mengatakan upaya pemberdayaan perempuan sebenarnya tak lepas dari peran laki-laki. Dia mendorong setiap laki-laki membukakan pintu bagi perempuan untuk bisa lebih aktif.

“Mengajak para lelaki untuk membuka pintu itu. Kita tidak bisa menampik kenyataan bahwa memang banyak sekali pintu yang pegang laki-laki,” ujar dia.

“Empowerment ini nggak bisa hanya berhenti di perempuan saja. Empowerment ini harus berjalan sama-sama dengan laki-laki,” sambungnya. (knv/nvl)

Sumber Berita : “Detik News” https://m.detik.com/news/

185 Views

AsepKabarHaBe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dikarenakan Sakit Hati Istri Saat Tertidur Lelap Dibunuh Suami

Rab Mar 6 , 2019
Jakarta, KabarHaBe.com – Peran komunitas khusus perempuan dinilai penting dalam pemberdayaan perempuan Indonesia. Komunitas tersebut menjadi sarana komunikasi sekaligus ajang […]

Get 30% off your first purchase

Got it!
X