Nur Fadhilah Kecewa Anaknya Tak Lolos Lomba PAI

KabarHaBe.com – Ibu Nur Fadhilah Febriana kecewa terhadap perlakuan panitia Lomba Pentas PAI tingkat SMA/SMK tahun 2019 yang diselenggarakan Kemenag Kota Bekasi, karena anaknya tereliminasi kendati mendapat predikat baik.

Menurut Nur Fadhilah sekitar satu minggu sebelum hari H lomba, anaknya mendapat informasi dari guru PAI terkait lomba pidato PAI tingkat SMA/SMK.

Dikatakannya dalam juknis awal tidak ada ketentuan tentang persyaratan kelas dalam mengikuti lomba tersebut.

“Anak saya yang sudah kelas XII didaftarin sama guru PAI-nya karena dipandang memiliki bakat. Tapi begitu hari H lomba gurunya baru tahu kalau ada juknis baru yang isinya tidak membolehkan kelas XII ikut lomba,” katanya.

Tapi tambahnya, di juknis yang baru pun tidak ada persyaratan yang pasti untuk masalah kelas, yang ada cuma persyaratan peserta dicantumkan untuk Lomba Ceris saja. Berarti orang akan berasumsi hanya untuk Lomba Ceris saja ketentuan persyaratan kelas berlaku dan tidak berlaku untuk Lomba lainnya.

Saat hari H lomba pada Minggu (24/3/2019) di Campus Bina Insani Rawa Panjang Bekasi, selesai lomba anaknya mendapatkan nilai tertinggi.

Tapi katanya sangat disayangkan dari pihak panitia tetap tidak bisa terima anaknya maju ke babak berikutnya dengan alasan karena anaknya sudah kelas XII.

“Maaf, saya sebagai orangtua nggak bisa terima dengan perlakuan dari panitia yang menurut saya tidak adil. Saya tetap ingin memperjuangkan apa yang seharusnya menjadi hak anak saya,” imbuhnya.

Menurutnya dalam seleksi harusnya benar-benar dicari yang berbakat dan yang berkompeten. Tapi aneh anaknya yang sudah jelas-jelas tampil maksimal malah tidakbbisa lanjut cuma dengan alasan sudah kelas XII.

“Terus ajang perlombaan tujuannya buat apa??? Kalau pada akhirnya sudah menemukan pemenangnya, sehingga anak saya tidak bisa lanjut mengikuti lomba,” tambahnya.

Nur Fadhilah merasa kecewa karena pihak panitia terlalu menganggap hal ini sepele. Karena menurutnya hal ini bukan hal yang sepele.

Menurutnya pihak sekolah sudah angkat tangan. Tapi dia tidak mau menyerah begitu saja. Karena menurutnya
Kesempatan untuk bisa ikut seleksi sampai tingkat provinsi belum tentu bisa datang dua kali.

“Saya berfikir mungkin inilah kesempatan untuk anak saya makanya saya harus perjuangkan apa yang sudah menjadi hak anak saya,” tegasnya. (ewd)

205 Views

AsepKabarHaBe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

RS Bakti Kartini Gunakan Trotoar untuk Parkiran

Kam Mar 28 , 2019
KabarHaBe.com – Ibu Nur Fadhilah Febriana kecewa terhadap perlakuan panitia Lomba Pentas PAI tingkat SMA/SMK tahun 2019 yang diselenggarakan Kemenag Kota Bekasi, karena anaknya tereliminasi kendati mendapat predikat baik. Menurut Nur Fadhilah sekitar satu minggu sebelum hari H lomba, anaknya mendapat informasi dari guru PAI terkait lomba pidato PAI tingkat […]