Sel. Okt 22nd, 2019

Mati Listrik Warga Bekasi Resah

KabarHaBe.com – Padamnya aliran listrik siang hingga saat malam hari Minggu (4/8/2019) hamper di seluruh wilayah, terutama Bekasi menimbulkan kehebohan tersendiri. Pasalnya banyak pelaku usaha, termasuk ibu rumahtangga terhambat aktivitas dan kegiatannya. Selain itu, akibat mati listrik jaringan seluler pun ikut lumpuh.

Hampir semua sosial media diramaikan oleh status dan tulisan terkait pemadaman listrik tersebut. Ada yang mencemooh kinerja PLN, ada pula yang merasa bete serta menanggapi datar soal PLN.

Seperti keluhan seorang ibu rumah tangga, Elly ( 45) warga Bekasi Timur. Dirinya merasa kesal terhadap kinerja PLN terkait pemadaman listrik tanpa menginformasikan terlebih dahulu ditambah lagi air pam PDAM pun ikut mati, keluhnya.

Elly menuturkan, seharusnya PLN sebelum melakukan pemadaman, terlebih dahulu memberi informasi baik lewat media atau lewat sosial media. Hal ini agar tidak merepotkan ibu rumahtangga yang setiap hari harus mempersiapkan kebutuhan di rumah untuk keperluan pagi.

Di tempat terpisah Yudit (30) warga Jatiasih melontarkan kekesalan terkait pemadaman listrik oleh PLN. Pihaknya membawa semua keluarga ke hotel di wilayah Bekasi Barat dengan tujuan agar semua kebutuhan seperti aliran listrik, air dan ruangan untuk istirahat nyaman, tetap bisa dinikmati.

Menurut Yudit kalau tetap bertahan di rumah dengan kondisi listrik mati, air pam mati dipastikan akan membuat repot isterinya mengurusi pekerjaan rumah termasuk anak-anaknya.

Menanggapi situasi tersebut, PT PLN melalui Executive Vice President Corporate Communicationnya, I Made Suprateka, secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

I Made mengatakan pemadaman tersebut akibat gangguan transmisi Ungaran-Pemalang 500 KV yang mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan dan diikuti trip seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa.

Lebih lanjut dijelaskan gangguan tersebut mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami pemadaman.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan,” terang I Made melalui siaran persnya, Minggu siang (4/8/2019).

Selain itu, ia juga mengungkapkan terjadi gangguan pada transmisi SUTET 500 KV yang mengakibatkan padamnya sejumlah area di Jawa Barat.

“Sekali lagi kami mohon maaf dan pengertian seluruh pelanggan yang terdampak akibat gangguan ini, kami berjanji akan melakukan dan mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki sistem agar listrik kembali normal,” ucap Made. ( ewd)

66 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *