Rab. Okt 23rd, 2019

Ketua RW Perumahan Lippo Cikarang Keluhkan Ulah Pengelola

KabarHaBe.com – Ketua Rukun Warga (RW) 10 di Perumahan Lippo Cikarang tepatnya di Cluster Beverly, Taman Napoli dan Picadilly Desa Cibatu Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Jawa Barat, mepertanyakan papan pengumumam yang dibuat ketua RW hasil swadaya warga dirobohkan pengelola tanpa memberi solusi.

Sedangakan papan pengumuman tersebut sangat dibutuhkan warga di tiga Cluster sebagai sumber informasi setiap kegiatan warga di antaranya informasi tentang pendataan kependudukan, informasi siskamling, informasi untuk ajakan nyoblos ke Tempat Pemugutan Suara (TPS) dan suksekan Pemilu 2019 yang sebentar lagi akan diselenggarakan.

Ketua RW 10 Edison Sihombing mengatakan sebelum
papan pengumuman dipasang dirinya sudah memberikan surat pemberitahuan ke Customer Service (CS) PT Tunas Pundibumi.

“Tapi kenapa setelah berdiri cukup lama papan pengumuman untuk warga itu malah dirobohkan pengelola menggunakan alat potong las, padahal sangat berguna untuk warga dan letaknya juga di wilayah kerja saya dan Keberadaan papan pengumumam itu tidak mengganggu lahan milik Lippo,” ucapnya, Selasa (9/4/2019).

Atas nama ketua RW sangat menyangkan timdakan itu, tanpa memberikan informasi secara tertulis serta memberikam solusi pihak pengelola malah merobohkan papan pengumuman tersebut .

Seharusnya katanya, sebelum dirobohkan pengelola memberikan solusi soal letak papan pengumuman dan juga memberitahukan melalui surat edaran secara tertulis bukan melalui pesan singkat Watshapp, bertujuan agar warga pun bisa mengetahuinya.

“Kalo seperti ini bagaimana saya bisa menjalankan tugas secara maksimal sebagai ketua Rukun Warga (RW) kan tau sendiri mas, kita yang tinggal di perumahan ini semuanya memiliki aktivitas masing-masing kita semua baru ada di rumah pada malam hari, selain saya memberikan informasi, imbauan kepada warga selain melalui grup Watshapp saya juga memberitahukannya melalui papan pengumuman biar lebih resmi mas,” tambahnya

Dia berharap kepada pengelola agar memberikan soal titik lokasi mana saja yang boleh dipasangi papan pengumuman, selain di dalam Cluster Warga RW 10 juga ada Ruko-ruko.

Dirinya juga meminta kepada pemerintah desa, kecamatan dan pemerintah daerah Kabupaten Bekasi bertindak tegas atas perlakukan yang dilakukan pihak pengelola.

“Masa perarturan pemerintah seperti harus tunduk sama perarturan swasta sperti ada negara di dalam negara,” katanya.(mf/hsr)

110 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *