Kam. Agu 22nd, 2019

Hati-hati Modus Penipuan Toko Online

KabarHaBe.com – Toko online saat ini bukan sesuatu yang asing lagi bagi masyarakat. Terlebih kemunculan toko berbasis layanan digital kini makin menjamur, baik yang sudah populer maupun toko online yang baru merintis.

Karena dianggap lebih praktis sehingga masyarakat pun banyak yang memilih berbelanja di toko online ketimbang harus pergi langsung ke toko. Selai itu, proses jual beli di toko online juga cukup mudah dilakukan. Setelah sepakat, kemudian transfer uang dan si penjual tinggal kirim barang ke masing-masing alamat konsumennya, sementara si pembeli tinggal menunggu barang yang dipesannya.

Dari kemudahan inilah membuat banyak oknum penjual online memanfaatkan situasi untuk melakukan tindak kejahatan. Kini, modus-modus kejahatan melalui penipuan pada bisnis jual beli online pun kerap terjadi.

Seperti yang terjadi dengan Neneng Supriati ( 44), warga Pengalengan Kabupaten Bandung. Hari Selasa (7/8/2019), ia menjadi salah satu korban penipuan dari jual beli di toko online.

Saat itu Neneng memesan barang berupa karpet di salah satu toko online bernama Joisriseler Karpet yang beralamat di Vila Mutiara Gading 2 Ruko Pasadena R-01 No 3, Karangsatria, Bekasi Utara. Setelah sepakat, kemudian ia pun melakukan transfer sejumlah uang ke orang yang mengaku dari toko online tersebut.

Namun, setelah ditunggu-tunggu barang yang dipesannya tak kunjung datang. Malahan, ia dihubungi lagi via WA oleh perempuan yang mengaku dari toko online tersebut, agar mentransfer lagi dengan alasan untuk biaya PPN sebesar Rp 750.000.

Setelah ditransfer untuk biaya PPN ternyata barang tetap tidak kunjung dikirrim. Justru pihak penjual meminta ditransfer lagi dengan alasan untuk biaya Surat Kepemilikan Barang (SKB) sebesar Rp 500 ribu. Sambil menyarankan membayar biaya tersebut langsung dengan petugas bea cukai.

Namun Neneng tidak langsung mentransfer biaya yang diajurkan itu, karena merasa dirinya telah ditipu si penjual yang mengatasnamakan Joinriseler Karpet yang dijadikan Instagramnya

Menurut Neneng, nomor rekening BRI atas nama Sunarti yang ia transfer masih aktif hingga sekarang. Dirinya pun berharap pelaku penipuan tersebut segera ditangkap pihak yang berwajib.

Parahnya lagi nomor telepon si penjual dan yang mengaku dari Bea Cukai sudah tidak aktif lagi dan alamat yang dipakai lokasi tokonya juga palsu. (ewd)

33 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *