Rab. Okt 23rd, 2019

Diduga Terjadi Penyalahgunaan, Pengawasan Dana BOP Lemah

Kabupaten Bekasi – Pengawasan Bantuan Operasional Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) di Kabupaten Bekasi sejak 2017 hingga 2019 dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi lemah. Sehingga terjadi dugaan dana BOP disalahgunakan penerima bersama Himpaudi dan IGTK se Kabupaten Bekasi.

Hasil penelusuran, untuk 2017 bantuan yang dikucurkan Kementrian Pendidikan pusat ke Kabupaten Bekasi sebesar Rp 27 miliar. Namun, yang terserap hanya Rp 21 miliar, itupun peruntukannya tidak sesuai dengan juklak juknis yang ada.

Dalam juklak juknis tertera pengalokasiannya seperti untuk bahan pembelajaran peserta didik yang dibutuhkan sesuai kegiatan tematik minimal 45 persen. Untuk penyediaan Alat Permainan Edukatif (APE) maksimal 40 persen. Dan untuk penyediaan alat mengajar bagi pendidik (maksimal) 15 persen.

Fakta di lapangan dari anggaran Rp 21 miliar diperuntukkan bahan pembelajaran peserta didik yang dibutuhkan sesuai kegiatan tematik hanya dianggarkan kurang lebih Rp 4 miliar. ini jelas-jelas menyimpang dari juklak juknis yang ada.

Ditambah lagi anggaran Rp 4 miliar yang diperuntukkan bahan pembelajaran atau buku paket disinyalir terjadi gratifikasi yang dilakukan PT Prontera dengan Himpaudi dan IGTK Kabupaten Bekasi. Penyerapan anggaran Rp 4 miliar terindikasi bahwa PT Prontera telah berani menjanjikan kepada Himpaudi dan IGTK diskon 70 persen. Sehingga Himpaudi dan IGTK berani membuat surat kerja sama dengan penerbit yakni CV Vifa Nusantara yang dibawa PT Prontera.

Menurut sumber berinisial BJ dan data yang ada, bantuan BOP 2017 dibenarkan telah terjadi gratifikasi yang dilakukan PT Prontera karena berani menjanjikan kepada Himpaudi dan IGTK Kabupaten Bekasi dengan cara memberikan diskon 70 persen. Hal itu, agar pihaknya dapat direkomendasikan Himpaudi dan IGTK kepada seluruh lembaga Paud.

Masih menurut BJ diskon 70 persen yang dijanjikan PT Prontera itulah yang menjadi bancakan Himpaudi dan IGTK Kabupaten Bekasi. Sehingga kedua belah pihak berani mengarahkan dan bahkan membuat surat kerjasama

Ketua Himpaudi Diana Rustanti saat ditemui beberapa waktu lalu, mengatakan pihaknya akan berkordinasi dengan PT Prontera, terkait lemahnya pengawasan terhadap penggunaan dana BOP pada masing-masing lembaga Paud Himpaudi merasa sudah melakukan pengawasan sesuai tupoksinya.

Diana menjelaskan terkait pengawasan, dirinya sudah melakukan kordinasi dengan semua Ketua Himpaudi kecamatan dan dinas terkait pun sudah melakukan pengawasan terhadap penyaluran dana bantuan tersebut.

Di lain pihak Ketua IGTK Kabupaten Bekasi Ida Hidayati menjelaskan, terkait masalah itu ia menyarankan menanyakan langsung kepada PT Prontera. Karena pihak Prontera dan timnya yang punya urusan.

“Silakan tanya ke mereka biar lebih jelas,” paparnya

Ida menyampaikan melalui Whatsapp, “Kalau bapak mendapatkan laporan terkait masalah BOP harus jelas, siapa yang membuat laporan agar tidak menjadi fitnah dan salah faham,” ketusnya.

Masih menurut Ida, pihaknya hanya sebatas memberi informasi jika dibutuhkan. Karena pihaknya bukan pemain, seperti yang dituduhkan.

“Kalau bapak mau tau dengan yang tadi bapak pertanyakan. Silakan tanyakan langsung dengan timnya pak Didi, saya hanya sebagai pemberi informasi jika memang dibutuhkan,” terangnya.

Lebih lanjut Ida mengatakan, pihaknya tidak pernah menyalahgunakan dana bantuan BOP karena yang melakukan kerjasama dengan pihak PT tersenut adalah lembaga. Jadi tidak ada surat kerjasama antara PT dengan pihaknya.

Perlu diketahui menurut Permendikbud Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Juknis BOP PAUD Tahun 2019, tujuan adanya Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini.

Untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang bermutu, pemerintah mengalokasikan dana alokasi khusus nonfisik bantuan operasional penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Selain itu, untuk membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini yang adil dan lebih bermutu. (Ewd)

84 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *