Didatangi Mendagri, Bupati Bekasi Tidak Konsekwen

KabarHaBe.com – Pernyataan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja terkait perpanjangan PSBB di Kabupaten Bekasi dinilai tidak konsekwen antara omongan dengan Surat Keputusan (SK) Nomor 360/Kep. 228. BPBD/2020 tentang Pemberlakukan Kedua PSBB dalam rangka penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Bekasi.

Dalam SK salah satunya memutuskan perpanjangan kedua pemberlakuan PSBB di Kabupaten Bekasi selama 14 hari terhitung mulai 13 Mei 2020 sampai 26 Mei 2020.

Namun anehnya dalam pemaparan yang disampaikan Bupati Bekasi di hadapan Mendagri, perpanjangan PSBB dari hasil evaluasi Forkopimda diperpanjang hingga 19 Mei 2020. Hal itu berdasarkan berakhirnya PSBB di wilayah Jawa Barat.

Eka menjelaskan berdasarkan hasil evaluasi penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah Kabupaten Bekasi kepada Mendagri. Saat ini kondisi kejadian positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi cukup stabil. Adanya kasus penambahan positif diakuinya terjadi setelah dilakukan PCR dan Rapid.

“Terobosan yang akan diambil pihak tim gugus tugas Kabupaten Bekasi dengan melakukan rapid test. Sasaran rapid test, di tempat kerumunan seperti terminal dan pasar termasuk para pedagang. Kita harus menemukan kasus orang yang positif agar memutus mata rantai terhadap penyebaran Covid-19,” katanya.

Menanggapi hal itu Rahmat Damanhuri pengurus KNPI Kabupaten Bekasi, mengatakan, penerapan PSBB di Kabupaten Bekasi, mulai dari pemberlakuan tahap satu dan tahap dua dinilai minim keterlibatan masyarakat dalam hal ini steakholder dan tokoh, belum lagi dasar penerapan dan perpanjangan PSBB yang masih banyak dipertanyakan berkait kajiannya.

“Dua masalah di atas pada akhirnya kita melihat gebrakan yang” dibuat ketua tim gugus tugas dalam hal ini Bupati Bekasi banyak terdapat kesalahan. Seperti kesalahan mengeksekusi kebijakan, bagaimana mungkin harapan dan keinginan pak Mendagri agar Bupati dapat melakukan inovasi dalam menangani Musibah Covid 19 di Kabupaten Bekasi berjalan nyata, bila yang standar saja banyak kita temukan berbagai persoalan yang luar biasa,” kata Rahmat Damanhuri yang biasa dipanggil Vijay mengakhiri.

Beda lagi apa yang disampaikan Gunawan ketua umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sniper Indonesia, Menurutnya Pemberlakuan PSBB di Kabupaten Bekasi belum efektif dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Bupati Bekasi harus tegas menerapkan aturan tersebut.

“Apalagi Bupati telah memperpanjang PSBB di Kabupaten Bekasi. Penerapan PSBB tahap satu dan kedua masih jauh dari harapan. Pasalnya, kasus positif virus corona di Kabupaten Bekasi masih meningkat,” kata Gunawan.

Gunawan menambahkan PSBB tahap pertama dan kedua kurang efektif karena di lapangan tidak seindah yang kita bayangkan, perlu ada ketegasan dalam penegakan Peraturan Bupati (Perbup) 37 Tahun 2020 tentang PSBB.

Banyaknya aktivitas masyarakat di luar rumah akibat belum adanya kesadaran bersama untuk memutus rantai penularan Covid-19. Pentingnya berbagai pihak, termasuk penegak hukum, harus terus menerus mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat.

Jadi yang perlu digenjot yakni kesadaran kolektif bahwa ini musuh bersama dan pengentasannya harus bersama-sama. Masyarakat belum disiplin membatasi interaksi sosial. Banyak perusahaan, di luar unit usaha yang diizinkan beroperasi, tetap beraktivitas normal, pasar dan pusat perbelanjaan tatap ramai mengesampingkan protokol kesehatan.

“Bagaimana keberhasilan pemerintah Kabupaten Nekasi dalam menerapakan PSBB,”? Imbuhnya.

Menurutnya keberhasilan penerapan PSBB di Kabupaten Bekasi untuk menekan angka penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) ada di tangan bupati.

“Keberhasilan PSBB amat tergantung pada Bupati dalam mengatur pelarangan mudik, arus masuk orang, pembatasan jarak hingga mengatur operasional kegiatan usaha dan operasional pasar serta pusat perbelanjaan modern. Artinya, kepala daerah harus konsisten dan terarah dalam melaksanakan PSBB dengan memberikan sanksi tegas kepada pihak – pihak yang melanggar penerapan PSBB di Kabupaten Bekasi. Kalau itu dilkukan kepala daerah maka PSBB akan berjalan efektif dan penyebaran Covid-19 akan berhasil ditekan di wilayah Kabupaten Bekasi,” jelas Gunawan. (ewd)

121 Views

AsepKabarHaBe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bantu Warga Terdampak Covid-19, Polsek Cikarang Pusat Bagikan Sembako

Jum Mei 15 , 2020
KabarHaBe.com – Pernyataan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja terkait perpanjangan PSBB di Kabupaten Bekasi dinilai tidak konsekwen antara omongan dengan Surat Keputusan (SK) Nomor 360/Kep. 228. BPBD/2020 tentang Pemberlakukan Kedua PSBB dalam rangka penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Bekasi. Dalam SK salah satunya memutuskan perpanjangan kedua pemberlakuan […]