Sen. Okt 21st, 2019

Berawal Dari Ketidakjelasan Cawabup Bekasi Hingga Batas Akhirpun Tidak Jelas

Kab. Bekasi, Kabarhabe com – Kandidat calon Wakil Bupati (Wabup) Bekasi sisa masa jabatan priode 2017-2020 hingga hari ini selasa (23/7) belum juga di usulkan oleh Bupati Bekasi H.Eka Supria Atmaja.

Sementara besok. Rabu (24/7) batas akhir waktu pengusulan dua nama calon Wakil Bupati ke Panitia pemilihan (Panlih) yakni Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang mendafatkan rekomendasi dari Bupati dan partai pengusung.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja beralasan belum mengusulkan dua nama calon Wakil Bupati karena baru ada satu rekomendasi yang sudah ia terima. Berasal dari Dewan Pimpinan Puasat (DPP) Partai Golkar. Sedangkan rekomendasi dari partai pengusung yakni Nasdem, Hanura dan PAN belum diterima.

“Ya belum tahu. Karena kan baru DPP Golkar saja yang sudah menyerahkan rekomendasi.” Kata Bupati Bekasi H.Eka Supria Atamaja Kepada Kabarhabe.com.” Selasa (23/7)

Sementara calon Wakil Bupati Bekasi diusulkan oleh Bupati Bekasi. setelah itu Bupati menyerahkan surat rekomendasi dari seluruh partai pengusung ke Pantia Pemilihan (Panlih) di DPRD

“Ya kalau belum ada rekomendasi dari partai koalisi terus mau bagaimana, tanya Eka.

Meski surat rekomendasi dari seluruh partai koalisi sudah diterima, namun Eka tidak menjawab ketika ditanya apakah akan mendaftarkan dua calon Wakil Bupati Bekasi.

“Ya kita tunggu aja. Belum tahu juga nanti akan mendaftarkan atau tidak.” katanya.

Berdasarkan kabar yang beredar surat yang sudah diterima Eka dari DPP Golkar, ada dua nama yang direkomendasikan. Yakni Tuti Nur Cholifah Yasin dan Akhmad Marjuki.

Perlu diketahui, proses pencalonan wakil Bupati banyak mendapat sorotan dari kalangan para tokoh masyarakat dan stakeholder Bekasi, karena mekanisme dari awal pendaftaran hingga tahapan selanjutnya dinilai cacat hukum. Ketidakjelasnya kretria dan sosok seperti apa yang dijaring panitia tidak ada dalam persyaratan secara detail.

Lebih miris lagi pengumuman pendaftaran calon kandidat wakil Bupati diumumkan lewat media sosial. Ditambah lagi panitia penjaringan dianggap terlalu memaksakan. ( mf/hsr)

123 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *