Atlet Panjat Tebing Jabar Memilih Berlatih di Zona Merah

Meski menjadi zona merah Covid-19, Kabupaten Bekasi tetap menjadi pilihan atlet-atlet Panjat Tebing Jawa Barat sebagai tempat untuk berlatih.

Foto : Atlet Panjat Tebing Jabar Berlatih Bouldering di Venue Panjat Tebing Kabupaten Bekasi

Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang paling terdampak penyebaran Covid-19. Namun hal tersebut tidak mengurungkan niat tim yang dikepalai Pelatih Andri Prasetyo untuk memilih venue Panjat Tebing yang berada di komplek Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi sebagai tempat berlatih dalam rangka persiapan menuju PON XX di Papua.

Selain menjadi salah satu tempat yang memilik fasilitas Panjat Tebing terlengkap di Jawa Barat, ternyata venue yang dimiliki Kabupaten Bekasi tersebut merupakan satu-satunya venue Panjat Tebing di Jawa barat dengan fasilitas Indoor.

Mengingat saat ini sudah masuk musim penghujan, hal ini tentu saja menjadi bahan pertimbangkan pelatih untuk memilih gor WM, begitu para atlet biasa menyebut tempat latihan mereka. “Kami sudah mulai berlatih disini sejak februari lalu.

Sebelumnya kami sudah mulai TC di Bandung dan Bogor, namun latihan sering terhambat karena hujan”. Ungkap Coach yang berdarah asli Kabupaten Bekasi.

Covid-19 sendiri diketahui mulai mewabah di Indonesia semenjak maret lalu, sementara Tim ini sudah jalan sebulan berlatih di GOR WM. Kehadiran virus ini diakui Coach Prass tidak terlalu berpengaruh kepada latihan atlet “Kami berada di venue Panjat Tebing Indoor, di dalamnya sudah mencakup fasilitas mess atlet, jadi kami hanya perlu berlatih, istirahat dan menjalankan aktivitas lainnya di dalam sini”.

Kegiatan sehari-hari atletpun masih seperti biasa, dipenuhi dengan menu-menu latihan. Disela-sela latihan, mereka menyempatkan diri berjemur untuk meningkatkan imunitas. Mengikuti anjuran pemerintah daerah, mereka berlatih sembari mengisolasi diri di dalam GOR WM.

“Latihan dapat berjalan sesuai dengan program, hanya ada sedikit improvisasi pada latihan fisiknya saja terutama untuk program fisik Cardio”. Ungkap Coach Prass Kemudian. Hal tersebut diakui karena keterbatasan tempat latihan untuk cardio yang notabene memerlukan lapangan terbuka yang cukup luas.

Tanpa menyepelekan virus ini, Tim Panjat Tebing Jabar tetap melakukan berbagai tindakan sebagai antisipasi. Selain mengisolasi diri di dalam gedung, para atlet dan tim juga rutin melakukan tes kesehatan.

Tak ketinggalan arena gedung ini juga disemprot secara rutin agar tetap steril.   Sementara itu, para atlet mengaku sudah sangat rindu dengan keluarga mereka. “Rumah saya dekat, hanya sekitar 30 menit dari sini. Namun semenjak semakin meluasnya wabah virus corona, saya tidak berani pulang ke rumah”.

Ungkap Ari Apriansyah, salah satu atlet binaan kabupaten bekasi yang juga memperkuat Tim Pelatda Panjat Tebing Jabar. Ari menghimbau seluruh masyarakat Indonesia, terurama Kabupaten Bekasi agar tetap disiplin mengikuti imbauan pemerintah agar pandemi ini cepat berlalu.

“Tetap sehat, tetap bugar, jaga lingkungan tetap bersih serta ikuti imbauan pemerintah, dengan begitu pandemi ini akan cepat berlalu.. aaminn..” kata Ari seraya menutup ucapannya sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangan. (uji ayu)

84 Views

AsepKabarHaBe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Puskesmas Tamsel Klaim Penyebaran Covid 19 Menurun

Sel Apr 28 , 2020
Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang paling terdampak penyebaran Covid-19. Namun hal tersebut tidak mengurungkan niat tim yang dikepalai Pelatih Andri Prasetyo untuk memilih venue Panjat Tebing yang berada di komplek Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi sebagai tempat berlatih dalam rangka persiapan menuju PON […]