Jum. Des 6th, 2019

150 Hektare Sawah Masyarakat Gagal Tanam

KabarHaBe.com – Sekitar 150 hektar lahan pertanian di Desa Bantarsari, Kecamatan Pebayuran terancam gagal tanam akibat kurang pasokan air.

Pesawahan milik petani di Desa Bantarsari Dusun I Kecamatan Pebayuran mestinya sudah mulai masuk masa tanam, kini terancam kekeringan. Selain permasalahan kurangnya pasokan aliran air yang ada lebih rendah dari sawah, sehingga para petani harus mengeluarkan biaya ekstra menggunakan mesin pompa air untuk mengairi sawahnya.

H Ono mewakili petani lainnya menuturkan, ada sekitar 150 hektar lahan sawah milik petani yang kekeringan. Di wilayah Desa Bantarsari, ada satu-satunya saluran air yang bisa mengairi sawah yakni, Kali Kalen Tengah dan Kali Kiwing, tapi semua petani merasa terbebani karena Kali Kiwing untuk mengaliri air ke sawah harus menggunakan mesin pompa yang menambah biaya pertanian.

“Seharusnya, dari 15 hari yang lalu, kami sudah mulai menebar bibit, tapi karena pasokan air kurang mau tidak mau, kami para petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mesin pompa air guna mengairi sawah. Jelas kami merasa terbebani,” keluhnya.

Menanggapi hal itu, Abdul Royadin dari Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LSM LP KPK) membenarkan, di lahan pesawahan tersebut setiap tahunnya selalu kekeringan karena kurangnya pasokan air.

“Apalagi saat ini, musim kemarau para petani kebingungan, karena pas masuk musim tanam pasokan air yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan sawah yang ada,” jelasnya.

Hasil observasi kami kata Abdul, di lapangan jadi kebutuhan pasokan air untuk mengairi 150 hektar setiap musimnya dari mulai musim tanam sampai musim panen para petani harus menggunakn mesin pompa sehingga menjadi beban dan biaya tambahan.

“Akhirnya, petani harus mengeluarkan biaya tambahan yang lumayan besar untuk membeli bahan bakar jenis solar saja sekitar 200 hingga 300 liter,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, baik kepada pemerintah daerah, Pemerintah provinsi dan pemerintah pusat yang menangani pertanian agar segera memberikan solusi jika perlu turun langsung agar lebih tahu tentang kesulitan air yang dialami petani di Desa Bantarsari ini,” pungkasnya. (mf/hsr)

87 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *